Love is Gray - Part 3 (Fadlan ketiduran..)

      "Nis, bangunin gue ya kalo guru balik...." kata fadlan.


dia kemudian tertidur dengan posisi tangan menutupi wajahnya..

     "ihh... dasar nih anak kacau.. ke sekolah bukannya belajar malah tidur... udh bajunya kucel lagi.. bru kenal aja udh nyuruh-nyruh gtu...", gerutuku dalam hati.


1 jam berlalu, catatan ku udah hampir selesai lagi selesai, ku lihat beberapa anak di kelas sedang mengobrol. mungkin mereka sudah selesai fikir ku..  ku lihat jam tangan ku menunjukkan pukul 11.46.. sepertinya udah hampir waktu pulang nih...


     "Yah anak-anak.." suara yang berasa dari seseorang dari pintu...
ku lihat ternyata pak Marzuki masuk ke dalam kelas..

     "Catatan kalian segera di kumpulkan bapak mau nilai sekarang dan lekas pulang.. karena bapak ada rapat, jadi bapak harus segera ke kantor..."

semua siswa pun maju mengumpulkan catatan mereka untuk di nilai.. aku mulai panik dan segera mempercepat tulisan ku...


tiba-tiba...

     "Hei kamu berdua di belakang...", teriak pak marzuki...

     "mampuss aku...", gerutuku dalam hati...
fadlan yang mendengar itu tiba-tiba terbangu...

     "Ayo sini kalian berdua..."

Ekspresi pak Marzuki yang mulanya biasa saja menjadi matah dan menakutkan. Wajahnya seakan mirip dengan Adolf Hitler dalam film perang yang ku tonton di TV...

     "kalian berdua kenapa belum selesai mencatat...?"

aku hanya bisa diam di marahin pak marzuki. aku tak bisa mengelak karena memang catatan ku belum selesai...

Mana catatan kmu...

     "ini pak....", kata ku sambil menyodorkan buku catatan ku...

     "hmm... kamu sisa 2 halaman lagi.. kerjakan di rumah.,.. besok bapak tidak mau tahu itu harus sudah selesai..", katanya

     "i.. iya pak..", jawabku..

aku kembali ke tempat duduk dan mengambil tas lalu segera berlalu meninggalkan kelas...
"hyyyuuuffff" , aku menghela nafas,, aku ternyata selamat.... tapi.. tunggu si fadlan gmn yah?


aku dengar suara pak marzuki marah habis-habisan... salah dia sendiri sih ketiduran gitu...


----


di depan koridor kelas ku lihat linda dan vera sedang menunggu ku...

"Hai ver, lin..."

"Nishaa... lo lama banget sih...." , gerutu vera.

"Maaf tadi gue di tahan ama pak Marzuki karena catatan belum kelar.."

"Elo sih.. nyatet lemot banget kayak siput aja..."

"iya, loe mirip macan ver... suara lo gede banget...", timpal linda

Hahahahah... kami bertiga pun tertawa lepas.

"eh, temen duduk lo yang.. itu... tadi... robert...  tadi kemana Nis?", tanya Vera

"si Fadlan ver..", timpal linda

"iya, si fadlan...", balas vera lagi..

"Masih di kelas kali... tadi di marahin ama pak Marzuki sih karena ketiduran dan gak nyatet...", jawabku

"yaa, tuh anak nyari masalah bener ga nyatet tugas dari pak marzuki.." balas vera

"dia kan anak baru ver...", bela Linda

"eh iya yah... tpi tuh anak kok bisa ya ketiduran gitu..."

"gak tau ver...", jawab ku sambil mengagkat tangan...

Kami bertiga pun segera pulang kerumah masing masing... kebetulan Pak Toto supir ku udah dateng..
setelah melambaikan tangan ke Vera dan Linda aku pun segera pulang.


(bersambung)

Love is Gray - Part 2 (Worst Mate)

                 “Nis, si Danu gateng yah?”, Tanya vera sambil senyum-senyum.


                “ Iyah. Tapi kayaknya dia suka ama lo Nis”, samber Linda

                “ huh, M…Masa? Te..e..ru..s gi..mana dong?”, tanyaku

“Hahahaha” mereka berdua tertawa dalam kelas 3-A yang udah mulai Full.

 Eh, Aneh, kelas udah mulai full tapi kok bangku disampingku belum terisi. Kira-kira siapa yah yang akan duduk disebelahku. Lamunanku pun melayang ke wajah Danu yang memang sangat ganteng.

                “Maaf, Permisi… Boleh saya duduk disini. Soalnya bangku yang lain semuanya sudah terisi”

                “Boleh, kok” jawabku. Waah ternyata anak berantakan yang tadi, aduh udah sekelas, sebangku lagi, hari-hariku pasti kedepannya kacau.

                “Thanks”, balasnya sambil menaruh tas punggungnya. Tas punggungnya sangat besar. “Anak aneh”,kataku dalam hati.

                “Maaf yah soal yang tadi, saya beneran nggak sengaja”

                “Udah nggak apa-apa kok”

                “Ouh, iya kalian berdua… maaf soal yang tadi, nggak nyangka kita sekelas”, sambil menunjuk ke arah Linda dan Vera

                “Nggak apa-apa kok, makanya lain kali hati-hati aja” kata linda

                “Nama gw Veronica Mutia, panggil aja vera, yang manis sebelah kamu namanya Nisha yuri lestari panggil aja nisha” celotehnya.

                “kalo gw Lindasari , panggil aja Linda”

                “ salam kenal, nama saya Fadlan Robert  Trianto”

                “ wah nama lo keren banget Robert. Haha” Cerocos Vera

                “Panggilanku Fadlan bukan Robert”, koreksinya sambil tersenyum.

                “ Fad, baju lo kok kotor?”, kata Linda


                Trieeeeeenggggg.. tiba-tiba bel masuk pun berbunyi. Pelajaran pertama yang masuk adalah Matematikanya Pak Marzuki yang terkenal tegas serta sangat kejam. Selain warna kulitnya yang hitam badannya yang  Besar mirip ade ray  dan Kumis tebal menambah kesan kejamnya. Tak seorang murid pun berani tak memperhatikan dan tak mencatat jika disuruh.

                “tolong Catat halaman 5-35, saya keluar sebentar. Jadi jangan ada yang keluar dari kelas ini sampai saya kembali”, kata pak Marzuki

                “Aduh, Pak Marzuki tega banget kasih 30 halaman”, kata Linda.

                Huh siapa sih yang mau nyatat sebanyak 30 halaman.

                “Gila nih guru, kirain  kita ngetik pake computer kali yah”, ngocehku dalam hati sambil mulai mencatat.

                “Haduh masih 28 halaman lagi”, kataku.  Kuperhatikan Sekelilingku, semua orang ternyata sedang mencatat dengan serius, tapi “huh”. Si Fadlan malah tidur...



(bersambung.....)

Love is Gray - Part 1 (New Student)

 “pagi yang cerah…” kataku sembari membuka jendela kamar  dan langsung bersiap ke sekolah.

Hari ini adalah hari pertamaku menjadi Senior di SMA. Nggak terasa sudah 2 tahun aku menduduki bangku SMA ini.

“ma, aku berangkat dulu yah” kataku pada mama di meja makan setelah selesai menyantap masakan Mbok Ijah pembantuku yang udah 8 tahun bekerja disini.

“Hati-hati yah, Nis” balas Mama yang masih makan.

Jam 6.20 tepat, aku harus sudah  berada di kelas  yang baru, yaitu kelas 3-A. Aku katanya tergolong anak yang perfect dimata laki-laki. Selain karena cantik, tinggi, Kaya, putih dan Baik dia juga pintar dan Senang bergaul. Bukan karena sombong loh.. tapi emang banyak yg bilang gitu...

“iya ma” kataku sambil masuk kedalam mobil yang sudah siap melaju ke sekolahku.


-------


                “Hai Nis”, Sapa sahabatku Linda, dari kursi bagian kedua dari depan. Dia duduk disebelah Vera, sahabatku yang lainnya.

“hai Lin, hai Ver”, Balasku sambil menaruh tasku dan duduk dikursi bagian paling depan tepat didepan Linda .

“ Gimana liburanmu?”, Tanya Vera

“Biasa aja,” jawabku

“mana nih oleh-olehnya? Katanya lo dari rumah nenek lo yang ada di Jepang?”, kata Linda
“tenang aja, Gue bawa kok” , sambil memberikan baju Yukata (itu loh baju khas jepang yang biasa digunakan cewek kalo lagi festival) kepada mereka berdua yang memang sengaja aku beli sebagai oleh-oleh.

“wuih, Makasih Nis.. Ngomong-ngomong lo nggak mau liat anak-anak kelas 1 di MOS yah? Inikan Hari pertama MOS”.  Wah,  ternyata hari ini ada MOS untuk siswa kelas 1 yang baru masuk.

“hei.. hei.. Nis, lo mau nggak? Di Tanya kok diam aja”. Protes Vera

“eh, maaf”, jawabku.

“sempet ada junior yang ganteng, kan lumayan tuh buat di Pacarin” katanya sembil senyum-senyum.

Benar juga kata Vera, aku kan benar-benar belum pernah pacaran.

Sudah banyak laki-laki yang mencoba mendekati Nisha, tapi semuanya gak ada yang  bisa  buat Nisha benar-benar jatuh cinta.

 ------

aku bersama Linda pun bergerak keluar kelas dan langsung menuju Aula.

“ Waduh, Anak baru banyak banget yah?”,  Tanya Vera yang tiba-tiba berada disebelahku.

“Nggak kayak tahun kemarin”, lanjutnya.

“Itu sih wajar ver, Sekolah kita emang baru  5 tahun di bangun jadi Cuma baru sekarang banyak peminatnya”, Jawab Linda.

Memang sekolahku ini masih baru banget, tapi Fasilitasnya lengkap dan elit melebihi sekolah-sekolah di Indonesia yang udah kena bantuan sekolah belasan kali tapi fasilitasnya belum lengkap juga.


 “Liat tuh ada yang keren disana!”, kata linda sambil menunjuk seorang siswa berbadan tinggi, tegap, putih, badan atletis, dengan tampang mirip personel boyband. Mataku pun tertuju padanya. Tak kukira dia menoleh kearah kami dan tersenyum.   Uhft, perasaan apa sih ini, kok aku deg-degan yah di senyumin sama cowok? Kok bisa sih?.

“Danu Prayoga…”, teriak seorang panitia MOS, “Danu Prayoga.... ”teriaknya lagi.

“Iya… saya kak”, teriak anak tinggi, putih dan cakep itu sambil berlari kecil dan naik ke depan. Wah kok bisa yah ada cowok secakep dia disekolah yang masih baru seperti  ini pikirku. Pasti aku akan bahagia jika bisa jadi pacarnya.

“Aduh…” aku jatuh terdorong kelantai. Huh siapa sih yang menghentikan lamunan indahku.

 --------


“Ma.. Maaf”, kata seorang laki-laki yang terlihat kacau dengan baju lusuh dan kotor bekas tanah serta rambutnya juga gak karuan.  Mukanya sih good , putih dan lumayan tinggi, tapi gaya dan penampilannya bikin semua orang illfeel banget. Sepertinya dia baru terlihat disekolah ini, mungkin siswa baru fikirku.

“Eh, kalo jalan hati-hati dong”, kata Vera sambil membantuku berdiri

“kan udah minta maaf”, jawabnya sambil melihat jam. “wah udah telat”, katanya.

“makanya lain kali hat…” kata Linda, tapi belum sempat selesai dia ucapkan laki-laki itu sudah lari meninggalkan kami semua.

“ Rese banget tuh Orang, nggak tau apa kita seniornya”, kata Vera ngomel.

“ Hai kakak-kakak manis”, kata seseorang dari dalam Aula. “Boleh nggak kenalan?”, tambahnya sambil mengulurkan tangan ke kami bertiga.

“Boleh”, kataku.

“namaku Danu Prayoga, panggil aja Danu”,  ternyata dia adalah Danu anak kelas satu yang tadi. Karena asiknya berantem sama anak nggak jelas tadi jadinya nggak tau kalo ternyata acara MOS udah selesai.

“ ouh,iyah… nama.. namaku Nisha Yuri Lestari”, kataku agak grogi sambil membalas uluran tangan Danu. Aduh, kok aku deg-degan banget yah?, “Panggil a..ja Ni..sha”, sambil melepaskan uluran tangannya.

“ Hi, Nama gue Linda”, kata linda sambil tersenyum kearah Danu

“ Hi, kalo gw Veronica Mutia, panggil aja vera”, kata vera.

Trieeeeenggg…. “ penyampaian pada seluruh kelas satu diminta untuk berkumpul dikelas masing-masing”. Triieeeeenggg…. Suara tersebut berasal dari Mikrofon sekolah.

“yah, salam kenal yah. Sepertinya gue harus ke kelas sekarang, bye”,kata Danu.
Kami bertiga senyum serempak sambari melihat dia pergi dan menghilang di balik koridor.


( bersambung...... )

Petualangan Sepeda

 Hari itu gue ada tugas kerja kelompok dan mesti kumpul di rmh temen gue Fika...


Tanpa mandi gue pun langsung cabut ke rumah nya fika... oh iya... di kelompok gue terdiri dari 5 org... ada alfi, fikram, gue, fika,dan caca..

si fika ini org nya baik banget, sabar, pendiam dengan rambut sebahu.. kalo si caca org nya supel, cerewet, dan pandai bergaul...



ok back to me...  akhirnya gue pun sampai di rumahnya fika.. disana sudah ada Alfi dan fikram.. sisa si caca yg belum hadir....

gue : oi..
fikram & alfi : oi..
gue : gmn.. udh pada mulai?
fikram : belum nih... soal pertanyaannya ga ada di gue..
gue : emang siapa yang bawa?
fika : si caca yang bawa...
gue : Waduh...!! *tepok jidat
alfi : tadi udah di SMS,,, tapi belum bales...
gue : jadi gmn??

akhirnya kita semua pun mikir.....

alfi : fikram, lo ada sepeda kan?
fikram : ia, emang napa?
alfi : gue pinjem... mau ambil soalnya di fatma..
fikram : wah ide bagus tuh... tunggu gue ambilin di rumah...

dan... jeng jeng... setelah beberapa lama fikram pun kembali dengan membawa sebuah specil (sepeda kecil)
yang ada stand kaki di belakangnya...
jaman dulu sepeda anak-anak sering di pasang semacam stand kaki.. selain buat gaya-gayaan.. juga biar bisa boncengan meski tanpa tempet duduk...

Alfi : Dun,, loe ikut gue ya...
gue : wah.. kok gue..? Fikram aja sono...
Alfi : Gini men.. klo fikram yang pergi bisa jadi gosip entar.... loe tau sendiri kan... :3

alfi pun menyeret gue dan langsung tancep gas menuju rumah fatma....
namun belum sampai setengah jalan akhirnya gue inget... ternyata soal tiap kelompok berbeda-beda...
gue pun nyuruh alfi buat stop...

gue : fi... stop woi...
alfi : tunggu....

ciiiiitt.............. sepeda pun di stop.... namun gue baru sadar cuy... tu sepeda ga ada rem nya... si alfi tadi ngerem pake kaki nya yg di gesekin ke ban lalu di sleding biar berhenti....

gue : wah parah lo fi... -.-
alfi : lo sendiri yang nyuruh gue stop...
gue : jiah.. gini.. gue baru inget klo soal tiap kelompok ternyata beda...
alfi : trus?
gue : kita gak bisa minta soal fatma dodol.. -.- kan beda....
alfi : oh iya ya...  <-- baru mudeng nih bocah
gue : ya udah muter balik aja...
alfi : jadi soalnya gmn??
gue : hmmm... kita kerumah nya caca aja klo gitu..
alfi : loe tau rumahnya?
gue : kagak lah... balik dulu buat nanya anak-anak...
alfi : ok boss....

gue dan alfi pun muter balik ke rumahnya fika.. dan dari fika kita di kasih alamatnya si caca..

gue : fi... bukannya ini lokasi nya jauh ye? naik sepeda sanggup ga?
alfi : kagak... deket itu... ayok dah..
gue : perasaan gue kayaknya ini rumah jauh deh...
alfi : ayok aja dah...


akhirnya kami berdua pun berpetualang berdua dengan specil milik fikram.....
dan sesuai dugaan gue... tempetnya jauh banget... njirr...

melewati rumah sakit Regional...
kami pun mulai masuk daerah perbukitan... disana banyak banget pohon... njirr.. lebih mirip hutan nih kota...
di daerah ini banyak jalanan pendakian.. otomatis sepeda bakal setengah mati buat di kayuh.. akhirnya kami berdua pun turun dari sepeda dan jalan kaki sembari meneteng tuh specil...

1 jam berlalu...

gue : fi.. ini bener kan lewat sini?
alfi : kayaknya bener sih..
gue : wah, spertinya kita nyasar fi...
alfi : haduh.. gue juga ga tau ini daerah mana...
gue : eh itu....!!
alfi : apaan?
gue : oi....!!!!!

gue pun memanggil sesosok wanita yang nanti nya jadi penyelamat kami...

gue : jayanti... oi...
jayanti : oh, hi... alfi.. dun...
alfi : wah loe disni ngapain jayanti?
jayanti : ini rumah aku nih... (sambil nunjuk sebuah rumah yang ada agak turun dari bukit)
gue : jayanti... loe tau rumah caca dimana?
jayanti : tau... tuh udah lewat disana...
alfi : waduh... pantessan kita nyasar...
jayanti : ini kalo terus kamu terus jalan ini bisa balik lagi ke kota...
gue : serius...!! njirr ternyata kita hampir ngelilinin kota fi...
alfi : jadi rumahnya si caca dimana?
jayanti : di sana belok lagi kembali.. pas di tanjakan itu ada perumahan...
alfi : ooh...
gue : makasih ya...
jayanti : sama-sama...

gue dan alfi pun muter balik... dan sampai kerumah caca buat ngambil soal yang ternyata udah selese di kerjain ama dia sendirian... katanya sih buat nebus kesalahan karena ga bisa datang...

akhirnya kita pun balik ke rumah fika dan balikin sepeda si fikram....


gitu lah pengalaman gue bertualang naik sepeda bareng si Alfi dan specil nya fikram.... untung aja itu hari kite ketemu jayanti... klo kagak mah udah nyasar kite kelilingin tuh kota... LOL

masih banyak lagi kejadian gila gue dan si Alfi.... nanti gue ceritain lagi....


(bersambung...)

Bos Depan...

 Hari-hari pertama belajar di SMP berlalu begitu saja.

gue pun udah lumayan hafal ama beberapa temen baru gue yang cowok...

Ada Fikram, anak paling ganteng di kelas... wkwkwk.. ini anak sempet di rebutin oleh beberapa cewek di kelas loh... (entar gue ceritain....)

Ada Irham S.. ini anak yang paling sotoy menurut gue.. suka ceplas ceplos.. tapi overall dia orang nya baik banget... dan ini anak salah satu Partner in crime gue...

Ada Alfi yang humoris dan suka buat lelucon di kelas.. Ini anak sohib gue bnget... hobby dan kesukaan gue bedua hampir sama persis.. selama jaman SMP gue sering main kerumahnya dia buat main guitarhero...

Ada Bijuu yang mempunyai nilai tertinggi waktu test... Bijuu ini selalu bertiga ama temennya namanya Syadli atau biasa di panggil mamat.. dan juga Hilal...

Ada Ihsan Yusuf si ketua kelas.. ini anak sering gue katain dengan istilah "Passodom".. soalnya tiap ketemu dia selalu meluk gue... -.- berasa homo ga tuh... dia selalu sama ama Ahwal temen gue yg jago bahasa inggris...

Ada Handi anak paling kecil di kelas... dia salah satu partner in crime gue... sering gila-gilaan bareng.. tpi jangan salah... jago ngaji dia cuy...

Namun ada juga temen pertama gue... Panggil aja "Boss Depan"... lol

Nama aslinya sih Defan.. cuma karena di daerah tempat ku "F" biasa kepeleset jadi "P" (istilah gaulnya okkots)


Si Defan ini meski kecil tapi paling berani... Dan juga royal cuy...
Gak segan-segan tiap hari nraktir gue atau anak-anak yang lain klo makan di kantin...

Defan : "ner, lo mau ambil gorengan ambil aja.. gue yang bayar..."
gue : "bener nih Boss?"
Defan : "iyee,, ambil aja... entar gue yang bayar...."
gue : wkwkwkkwwk

alhamdulillah gue orgnya jarang hilap... klo hilap gue borong dah tuh gorengan... biar si boss yang bayar...ahhahah


bukan cuma itu cuy... boss depan ini juga sumber contekan... bukan cuma ane yg sering nyontek, tpi yg lain juga pada ikut nyontek..

lucunya biar jawaban boss depan ini salah atau bener tetep aja di nyontekin.. saking percaya nya kite ke dia.. lol

beberapa bulan di SMP boss depan akhirnya mesti pindah bro... dia pindah ke Palu ikutin org tua nya...

yah... bgitulah sosok boss depan... sampe skrg pun gue masih temenan ma dia, kdang BBMan juga sih.. wkwkwkwk..

selain boss depan ada banyak lagi temen-temen gue yg menarik di SMP... nanti bakal ceritain satu persatu...





(bersambung.......)